Skip navigation

Suatu hari, Imam Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya lalu beliau bertanya (Teka Teki ) :

Imam Ghazali : “Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?
Murid 1 : “Orang tua”
Murid 2 : “Guru”
Murid 3 : “Teman”
Murid 4 : “Kaum kerabat”
Imam Ghazali : “Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah MATI. Sebab itu janji Allah bahawa setiap yang bernyawa pasti akan
mati ( Surah Ali-Imran :185).

Imam Ghazali : “Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini?”
Murid 1 : “Negeri Cina”
Murid 2 : “Bulan”
Murid 3 : “Matahari”
Murid 4 : “Bintang-bintang”
Iman Ghazali “Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah MASA LALU. Bagaimana pun kita, apa pun kenderaan kita, tetap kita tidak akan
dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan
ajaran Agama”.

Iman Ghazali : “Apa yang paling besar di dunia ini?”
Murid 1 : “Gunung”
Murid 2 : “Matahari”
Murid 3 : “Bumi”
Imam Ghazali : “Semua jawaban itu benar, tapi yang besar sekali adalah HAWA NAFSU (Surah Al A’raf: 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita,
jangan sampai nafsu kita membawa ke neraka.”

IMAM GHAZALI : “Apa yang paling berat di dunia?”
Murid 1 : “Baja”
Murid 2 : “Besi”
Murid 3 : “Gajah”
Imam Ghazali : “Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH (Surah Al-Azab : 72 ). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan
malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka menjadi khalifah pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya berebut-rebut
menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia masuk ke neraka kerana gagal memegang amanah.”

Imam Ghazali : “Apa yang paling ringan di dunia ini?”
Murid 1 : “Kapas”
Murid 2 : “Angin”
Murid 3 : “Debu”
Murid 4 : “Daun-daun”
Imam Ghazali : “Semua jawaban kamu itu benar, tapi yang paling ringan sekali di dunia ini adalah MENINGGALKAN SOLAT. Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, kita tinggalkan solat ”

Imam Ghazali : “Apa yang paling tajam sekali di dunia ini? ”
Murid- Murid dengan serentak menjawab : “Pedang”
Imam Ghazali : “Itu benar, tapi yang paling tajam sekali di dunia ini adalah LIDAH MANUSIA. Kerana melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati
dan melukai perasaan saudaranya sendiri ”
Wallahu A’lam Bishowab

by. Ocid
Iklan

Mulai sekarang, tulisan buku pernikahan saya akan saya tampilkan saja dalam bentuk perjudul dan perpembahasan. Sehingga mudah-mudahan lebih enak dan nyaman untuk disimak dan diikuti. Dan juga biar tidak terkesan panjang dan membosankan.

Seorang suami idaman dan seorang istri pilihan tentu punya ciri dan kriteria untuk mengenalnya. Nah kriteria apa sajakah itu? Simak saja pembahasannya.

1. Memiliki aqidah dan manhaj (cara beragama) yang benar
Allah berfirman:
“Janganlah engkau menikahi wanita musyrik sampai dia mau beriman (masuk islam). Sesungguhnya wanita budak yang mukmin itu lebih baik dari wanita musyrik, walau dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sampai mereka mau beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari yang musyrik walaupun dia menarik hatimu”. (Al Baqoroh:221)
Nabi bersabda: “Wanita itu dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya, maka pilihlah yang taat agamanya, niscaya kamu beruntung”. (HR Bukhori, Ahmad, An Nasa’i)
Dari Abu Adzinah ash-Shadfi bahwa Rosulullah bersabda: “Sebaik-baik isteri kalian ialah yang penuh kasih dan subur (banyak anak), giat dan cekaten, jika mereka bertaqwa kepada Allah. Dan seburuk-buruk isteri kalian ialah wanita pesolek (suka bersolek dihadapan laki-laki lain) dan banyak akal (untuk memperdaya suaminya); mereka adalah munafik, yang tidak akan masuk surga dari mereka kecuali seperti gagak yang terikat”.(HR Abu Nu’aim, terdapat dalam silsilah ash-Shohihah)

2. Menjaga kesucian dirinya, dan taat kepada suaminya
Nabi bersabda: “Dan di antara kebahagiaan adalah wanita shalehah, jika engkau memandangnya maka engkau kagum kepadanya, dan jika engkau pergi darinya (tidak berada di sisinya) engkau akan merasa aman atas dirinya dan hartamu. Dan di antara kesengsaraan adalah wanita yang apabila engkau memandangnya engkau merasa enggan, lalu dia melontarkan kata-kata kotor kepadamu, dan jika engkau pergi darinya engkau tidak merasa aman atas dirinya dan hartamu.” (HR. Ibnu Hibban; al Albani berkata: “hadits hasan”)
“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya. Tidaklah seorang suami memanggil isterinya ke tempat tidurnya lalu ia menolak ajakannya, melainkan Dzat Yang di langit dalam keadaan murka terhadapnya hingga suaminya ridho kepadanya”. (HR Muslim)
“Jika wanita mengerjakan sholat lima waktu, berpuasa di bulan ramadhan, memelihara kemaluannya, dan mentaati suaminya, maka dikatakan kepadanya (pada hari Kiamat): ‘Masuklah ke dalam surga dari pintu surga manapun yang kamu sukai’ (HR Ahmad dan Ibnu Hibban; al Albani berkata: “ini hadits hasan atau Shohih”)
Rosululloh pernah ditanya tentang siapakah wanita yang terbaik itu? Maka beliau menjawab: “Ia menyenangkannya jika melihatnya, ia mentaatinya jika memerintahkannya, dan tidak menyelisihinya dalam perkara yang tidak disukainya, baik berkenaan dengan diri wanita itu sendiri maupun hartanya”. (HR an Nasa’i, Ahmad dan al Hakim; al Albani berkata: “hadits hasan”)

3. Menutup aurotnya dengan pakaian yang benar
Allah berfirman: “Katakanlah kepada wanita yang beriman, ‘hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka, kecuali yang biasa nampak dari mereka. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dada mereka, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau …” (An Nur : 31)
“Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin, ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka…”. (Al Ahzaab : 59)
Aurot laki-laki adalah dari pusat hingga lutut. Hal itu berdasarkan sabda Nabi :
“Janganlah kamu memperlihatkan pahamu dan jangan pula melihat paha orang hidup atau orang mati”.(HR Abu Daud dan Ibnu Majah; al Albani berkata: “dhoif jiddan”).
“Tutuplah pahamu karena sesungguhnya paha adalah aurot”.(HR Malik, Ahmad dan Tirmidzi; hasan)
Sedangkan untuk aurot wanita, ulama berbeda pendapat. Sebagian ulama, diantaranya Syaikh Muhammad As-Syinqithi, Syaikh Abdul Aziz bin Baz, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Syaikh Abdullah bin Jarullah bin Ibrahim Al-Jarullah, Syaikh Bakar Abu Zaid, Syaikh Mushthafa Al-Adawi menyatakan seluruh tubuh wanita adalah aurot tanpa kecuali (termasuk wajah dan telapak tangan). Sedangkan pendapat jumhur ulama’, diantaranya Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i, Ibnu Qudamah dan Syaikh Albani mengecualikan wajah dan telapak tangan. Wallahu a’lam.

Islam itu indah

Keluarga sakinah abi dan umi 2-

“Abi…! kakak ganggu Adi blajar!” teriak Adi dari kamarnya malam itu.
”Ngak Abi! Kaka cuma lihat gambarnya Adi!” Teriak Kaka kemudian.
”Abi…! Kaka ganggu Adi’” ribut, kedua bersaudara itu ribut di kamar mereka.

Abi meninggalkan meja dan komputer kerjanya. Menghampiri kedua anaknya. Umi sempat menahannya, Umi berkata ”Biar Umi saja. Abi terusin saja ya”
Tapi Abi justru menyuruh Umi untuk istirahat, bukan karena tidak suka dibantu oleh Umi, tapi ”Umi sayang, istirahat ya. Abi juga kan harus belajar strategi mendidik anak yang baik. Bentar lagi kan Umi melahirkan anak kita. Kalo Abi tidak belajar dari sekarang, bisa repot kalau anak kita nanti lahir”

Setelah mengecup kening istrinya, Abi bergegas menuju kamar kedua anaknya.
Adi dan Kaka sedang bertengkar ketika Abi masuk kedalam kamar mereka. Bantal, guling dan selimut sudah berantakan. Sang kakak terlihat senang, tapi sang adik terlihat jengkel, dan melemparnya dengan bantal.

”Assalamu’alaikum” salam Abi menarik perhatian mereka berdua
”Wa’alaikum salam” jawab kedua adik kakak itu serempak, meski mereka sedang bertengkar.
Adi langsung menghampiri Abi yang masih berdiri di sudut pintu.

“Abi,Abi Kaka ganggu Adi belajar” Adi merengek dan menarik-narik tangan kanan Abi dengan kedua tangannya yang kecil.

Abi masih diam, berfikir sejenak dan memutuskan.
Abi menggendong Adi. Dan menurunkannya ketika dia mulai membereskan kamar yang berantakan itu. Sedang itu, Adik dan kakak itu melongok diam.
”Ayo siapa yang mau bantu Abi beresin kamar ini ? ”

Adi dan Kaka pun ikut membereskan kamar yang telah mereka berantakan itu hingga rapi kembali. Pertengkaran mereka berhenti tanpa harus membentak salah satu diantara dua bersaudara itu.

”Nah, sekarang kan sudah beres. Siapa sekarang yang mau manggil Umi kesini. Abi punya cerita untuk kita semua. Untuk Abi, untuk Umi, untuk Kaka, untuk Adi dan untuk bayi di perutnya Umi. Adik kalian berdua. Siapa yang mau panggil Umi?”
”Adi, Abi. Adi’ yang manggil umi.” Jawabnya semangat

Beberapa saat kemudian………………
Satu keluarga penuh berkumpul di kamar. Mereka melingkar di atas kasur yang telah rapi. Umi disamping Abi, Abi di samping Kaka . dan Adi disamping Kaka.
Cerita Abi sangat seru, mereka semua mendengarkan kisahnya. Yaitu kisah Rasulullah SAW yang sangat santun ketika menyuapi seorang Yahudi buta tua yang selalu mencaci Rasulullah.

Abi bercerita…..
Yahudi tua itu buta tak ada keluarga. Orang tua itu tidak bisa menguyah makanannya sehingga harus dikunyahkan oleh orang yang menyuapinya. Orang yang selalu menyuapinya itu adalah rasulullah SAW, yang menguyah makanan. Meskipun setiap kali nabi Muhammad mendatangi orang tua itu untuk menyuapinya, orang tua itu selalu menghina Muhammad SAW.

Sampai para sahabat RA pun marah. Tapi nabi Muhammad SAW meredakan amarah para sahabatnya.

Suatu hari, ketika Rasulullh telah meninggal dan diganti oleh Khalifah Rasulullah, Abu Bakar As Shidiq Ra., Abu Bakar ingat Nabi Muhammad SAW selalu menyuapi orang tua itu. Maka Abu Bakar pun melanjutkan yang dahulu dilakukan oleh Rasulullah SAW.
Tapi orang tua ini tahu, bahwa yang menyuapinya sekarang bukan orang yang dahulu biasa menyuapinya. Orang buta itumengetahuinya dari kelembutan makanan yang dikunyah orang lain itu. Makanan yang dikunyah oleh Abu Bakar tidak selembut Rasulullah mengunyahkan makanan untuknya.
Lantas orang itu bertanya kepada Abu Bakar, kemana orang yang biasa menyuapinya dahulu.
Dengan perasaan terharu Abu bakar menjelaskan pada orang tua itu. Abu Bakar berkata bahwa orang yang biasa menolongnya kini sudah meninggal.
Orang tua lalu bertanya kepada Abu Bakar, siapakah nama orang yang selama ini menolong dia. Sampai saat itu, orang tua itu tidak pernah tahu siapa yang menolongnya. Dia sangat ingin tahu, siapakah orang yang selama ini begitu baik hati, santun, dan sabar menyuapinya. Yakni orang yang selalu mendengarkannya ketika orang tua itu mencaci Muhammad SAW.
Karena pertanyaannya orang tua itu, Abu bakar pun akhirnya menjawab bahwa orang yang selama ini menolongnya adalah orang yang selama itu pula mendengarkan cacian untuk dirinya sendiri, yaitu rasulullah SAW.
Orang tua itu tidak percaya, benarkah orang yang selama ini menolongnya adalah orang yang selama ini dia hina. Orang tua itu menangis dan dia akhirnya sadar telah berbuat salah. Dan kini dia yakin bahwa Muhammad adalah Rasul Allah. Orang tua yahudi itupun masuk islam.

Kaka bertanya pada Abi ketika cerita itu selesai
”Abi, kenapa Nabi Muhammad diam saja ketika orang tua itu menghinanya.?”
Abi menjawab ” Kalau menurut Abi, orang tua itu buta, jadi dia tidak bisa melihat dan mengetahui siapa dan bagaimana Islam itu. Benarkan Umi?”
”Benar Abi” jawab Umi ”Jadi, Rasulullah SAW menolong dan menyuapi orang tua itu agar orang tua tahu, bahwa Islam itu sangat indah. Dan ternyata, setelah orang tua itu mengetahui betapa indahnya Islam, orang tua itu masuk Islam”
”Tapi Umi, masak kalo kita dihina kita harus diam saja sih. Apalagi yang dihina itu Nabi kita? ” Tanya Kaka kemudian.
”Kaka, kalo orang tua itu dilawan, maka itu bisa mendzolimi dia. Orang tua itu kan sudah tua, tidak bisa melihat dan hidup sendirian. Rasulullah itu paling mengasihi ummat manusia. Dia adalah manusia yang paling adil. Itulah bentuk keadilan yang dicontohkannya kepada kita sebagai ummatnya.”
”Rasulullah pernah bersabda ”la tagdhob” ,jangan marah. Kalau kita bisa menahan amarah kita, padahal kita bisa meluapkannya, maka itulah yang terbaik. Selama itu hanya menyangkut diri kita sendiri saja. Tapi apabila itu sudah menyangkut agama kita, kita harus bisa bersabar dan tegas menyikapinya” sambung Abi.

”Abi, Abi. Tapi kok, kenapa FPI itu marah” tanya Adi polos.

Abi tersenyum ”Adi sering nonton berita ya. Anak Abi yang pintar. Kesini Abi gendong”

Abi menggendongnya, mengangkat tubuh kecil itu sejajar hingga persis super hero yang terbang di angkasa. Ssssss…… suaranya ketika super hero itu terbang. Adi terbang mengelilingi kamar itu. Asyik, itulah yang Adi katakan didalam hatinya.
“Super hero terbang. Mengelilingi dunia” Kata-kata Abi ketika menerbangkan tubuh Adi. ”Super hero nya harus istirahat. Sudah malam harus tidur. Ssssss…..”
Abi menaruh tubuh Adi di kasurnya ”Sudah malam, Adi tidur dulu ya. Besok ceritanya kita lanjutkan lagi.” Abi mencium keningnya. Lalu mencium pula kening Kaka. Mereka berdua kini sudah tidur. Lampu kamar telah dimatikan. Pertengkaran kakak beradik itu selesai tanpa ada satupun yang disalahkan. Dan hilanglah kebencian dan dendam didalam diri kakak beradik itu.

Untuk kita renungkan.
Islam itu memang Indah. Tapi Islam juga mengajarkan kekerasan. Bila Islam tidak mengajarkan kekerasan, apa yang harus dilakukan oleh orang Islam ketika diserang. Tentu Islam harus memilih kekerasan.
Memang, sulit hari ini menentukan kapan dan dimana kekerasan itu harus diberlakukan. Sederhana permasalahannya, karena semuanya tidak teratur. Sehingga kekerasan pun sulit untuk ditempatkan pada tempatnya.
Ketika masa FPI yang tergabung dalam LPI marah, dan menyerang masa AKKBB, siapakah yang salah ? apakah kekerasan yang mereka lakukan tidak pada tempatnya?
Ini memang harus dijawab dengan pertanyaan ”apakah kekerasan mereka sudah pada tempatnya?”
Bukan pernyataan bahwa Islam itu tidak mengajarkan kekerasan dan semuanya harus diselesaikan dengan damai. Tidak semua bisa diselesaikan dengan damai, meskipun setiap orang pada dasarnya menginginkan perdamaian dan tidak pernah menginginkan kekerasan atau bahkan peperangan. Tapi memang, kesombongan harus dilawan dengan ”kesombongan”. Sehingga orang yang sombong itu tahu, bahwa kesombongan itu adalah jelek, dan dia takut hingga urunglah niatnya untuk sombong.

Oleh Kikam Zam
Mahasiswa Fisipol 2005 UGM

Selamat hari Raya Idul Fitri 1429 H.

Maaf lahir dan bathin

IBNU MAS’UD

Abdullah bin Mas’ud termasuk dalam golongan pertama yang masuk islam (as-sabiquna al awalun) urutan ke-6 dari para sahabat Rasulullah dan ia termasuk pula sebagai orang yang hijrah ke Habasyah yaitu hijrah pertama kali dalam islam.

Cerita tentang masuknya Abdulah bin Mas’ud ke dalam islam, beliau berkata, ” Adalah aku menggembala kambing kepunyan ‘Uqbah abi Mu’ith. Tiba-tiba berlalu Rasulullah bersama abu Bakar. Kemudian rasulullah bertanya, “Ya Ghulam (anak kecil), apakah ada susu di kambing ini ?

Aku menjawab, “Ada tetapi aku hanya diamanati (ini bukan kepunyaanku) lantas Rasulullah bertanya lagi, “Adakah kambing betina yang belum di dekati si jantan?” Kemudian aku datangkan kambing betina kepada beliau, kemudian Rasulullah mengusap kantong kelenjar susunya, hingga keluarlah susu. antas beliau memerahnya pada sebuah wadah, kemudian beliau meminumnya dan memberi Abu Bakar.

Beliau bersabda pada kantong susu tersebut, “Menyusutlah kamu’. maka susutlah air susu. Seusai kejadian itu aku datang kepada beliau. ” Ya rasulullah ajarkanlah kepadaku al-Qur’an. Kemudian Rasulullah mengusap kepalaku sambil mendo’akan, ” Semoga Allah merahmatimu, sesungguhnya kamu ini anak kecil yang mualamun (mulhamun yaitu sesungguhnya engkau anak kecil yang diilhami Allah kebaikan dan kebenaran). Dalam riwayat yang lain, “Ajarkanlah kami Al-Qur’an. Kemudian Nabi bersabda, ” Sesungguhnya kamu adalah anak kecil yang pandai. Lantas kami mengambil 70 surat dari ucapa lisan Rasulullah.

Kepribadian beliau :

Beliau adalah sahabat Rasulullah yang berbadan kurus, pendek, besar perutnya serta keciil kedua betisnya. akan tetapi ia sangat lembut, sabar dan cerdik. Abdullah termasuk ulama pandai, sehingga dikatakan sebagai al-imam al-Hibr (pemimpin yang alim, yang shalih). Faqihu al-Ummah (Fakihnya ummat). Ia termasuk bangsawan mulia, termasuk sebaik-baik manusia dalam berpakaian putih.

Ilmunya beliau melimpah ruah. Ibnu Numair pernah mendengar Rasulullah bersabda, “Ambillah Al-Qur’an dari empat sahabat. Beliau memulai dengan menyebut Ibnu Ummi ‘Abd (Ibnu Mas’ud), Mu’adz bin Jabal, Ubay bin Ka’ab dan Salim budak Abu Hudaifah.”

Beliau adalah sahabat yang senang dengan ilmu, baik menimba ilmu atau mengamalkannya. Sehingga dinyatakan, bahwa di awal keislamannya, yang dinginkan adalah diajari Al-Qur’an. Sehingga dalam suatau pertemuan dengan Rasuullah berkat kecemerlangan akalnya lansung bisa menimba ilmu dari lisan Rasulullah sebanyak 70 ayat. Karena senangnya terhadap ilmu, bahwa orang yang pertama kali men-jahr-kan Al-Qur’an di Makkah setelah rasulullah adalah Ibnu Mas’ud. Dan orang yang pertama kali membaca dari lubuk hatinya adalah Abdulah bin Mas’ud.

Sesungguhnya Rasululah pernah berjalan dengan Ibnu Mas’ud, sedang Ibnu Mas’ud membaca ayat satu huruf-satu huruf. Maka beliau bersabda, ” Barang siapa senang membaca Al-Qur’an dengan cara yang baik (merendahkan diri) sebagaimana diturunkan maka dengarkanlah bacaan Ibnu Mas’ud.

Dan masih banyak riwayat yang lain tentang pujian Rasulullah terhadap Ibnu Mas’ud.

Keistimewaan beliau

antara lain :

· Hudzaifah berkata, “Sungguh orang-orang pilihan (yang terjaga) dari para sahabat, mereka mengetahui bahwa Abdullah bin Mas’ud adalah termasuk sahabat yang lebih dekat dengan Nabi di sisi Allah, wasilahnya besok di hari kiamat.” (HR.Hakim)

· Rasulullah bersabda, ” Aku ridha terhadap ummatku terhadap sesuatu yang diridhai Ibnu Umi ‘abd (Ibnu Mas’ud). Dan aku marah terhadap sesuatu yang menjadian marahnya Ibnu Umi abd.” (HR.Thabrani)

· Kedua kaki Ibnu Mas’ud lebih berat dari gunung Uhud dalam timbangan hari kiamat. Dari Ali, ia berkata, ” Rasulullah menyuruh Ibnu Mas’ud memanjat pohon untuk mengambil sesuatu. Maka talkala para sahabat melihat dua betisnya yang kecil mereka tertawa. Kemudian Rasulullah bersabda, ” Apa yang kamu tertawakan ? Sungguh kaki Abdullah lebih berat daripada Gunung Uhud pada hari kiamat.” (HR.Ahmad)

· Beliau adalah pembwa siwak dan kedua sandal Rasulullah. Ia adalah sahabat yang membangunkan Rasulullah tatkala tidur dan mengambilkan wudlunya. Semua ini ia lakukan waktu safar.”

· Abdullah bin Mas’ud mendengar tasbihnya makanan.

· Beliau adalah sahabat yang menyerupai Nabi dalam hal ketenangan dan Wibawanya.

Keberanian beliau

Abdullah bin Mas’ud adalah sahabat yang paling dekat dengan Nabi. Ia masuk Islam sebelum masuknya Rasulullah ke Darul arqam. Ia ikut perang Badar, Uhud, Khandaq dan perang lainnya.

Semuanya dilakukan bersama Rasulullah. Pada prang Badar Rasulullah bersabda, ” siapa yang mau datang kepadaku dengan membawa kabar Abu Jahal ? ” Maka Abdullah bin Mas’ud menjawab, ” Saya ya rasulullah. “: lantas ia pergi. tiba-tiba dijumpai dua anak ‘Afra’ telah memukul abu Jahal sehingga pingsan. Keudian Abdullah menginjak leher Abu Jahal dengan kakiknya dan ditebasnya kepala Abu Jahal. Kepala Abu Jahal kemudian dibawa ke hadapan Rasulullah dan Abdullah bin Mas’ud berkata, ‘Ya Rasulullah inilah kepala Abu Jahal.’

Maka rasulullah bersabda,

” Allah yang tiada ilah kecuali Dia (3x). kemudian beliau melanjutkan,

Allah Maha Besar, segala puji bagi Allah yang telah benar janji-Nya dan telah menolong Hamba-Nya, serta mengalahkan golongan-golongan. (Fathul Bari dan Zadul Ma’ad)

Beliau Wafat di Madinah pada tahun 32 H ketika terbunuhnya Ustman bin affan, dalam usia 60 tahun lebih. Yang menshalati beliau adalah Zubair bin awwam, ada yang mengatakan Ammar bin Yasir. Pada malam wafatnya, ia langsung dimakamkan di Baqi’ sebuah pekuburan di Madinah Munawarah. Semoga Allah meridhainya dan menempatkan di surga-Nya

malas, capek, lelah hilang ketika pulang kulihat anak-anaku menyambut kami dengan suka cita, senyum mereka … tawa mereka … kembali menyegarkan seluruh persendian tubuh kamiHafidz

Salam hangat dari kami